__ ________ ____ ________ _____
____ _____ |__| ___________ ____ ____/ __ \/_ / __ \/ | |
/ _ \ / \| |/ ___\_ __ \/ _ \ / \____ / | \____ / | |_
( <_> ) Y Y \ \ \___| | \( <_> ) | \ / / | | / / ^ /
\____/|__|_| /__|\___ >__| \____/|___| //____/ |___| /____/\____ |
\/ \/ \/ |__|
|
[ cintaNya-tak-pernah-habis ]
By neemo+omicron9194 [at] 2009-02-14
Hari ini aku tertegun membaca sebuah ayat Al-Quran. Bukan baru sekali atau dua kali aku membaca ayat ini, tapi entah kenapa baru hari ini aku bersyukur-teramat bersyukur- membacanya:
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Q.S. Al Hajj: 5)
Subhanallah..seperti inilah Allah menciptakan manusia. Dari tanah tak berharga hingga menjadi manusia,khalifa di bumi ini. Sungguh kekuasaanNya yang mampu menempatkan ku dalam kenyamanan rahim ibu. Membuat gumpalan darah berkembang menjadi segumpal daging dan kemudian tumbuh menjadi seutuh tubuh manusia. Tubuh kecil yang diberi nyawa dan mulai bergerak pelan dalam rahim sang bunda. Memberi isyarat akan adanya kehidupan kecil luar biasa dalam rahim yang gelap. Kehidupan kecil terus berlanjut hingga sang Bunda merasakan kepayahan luar biasa menanggung beban di perutnya. Namun, cinta sang Bunda mengalahkan semua keletihan serta kepayahan itu. Cinta sang Bunda terhadap anugerah titipan Rabbnya. Bulan berganti bulan, rahim sang Bunda semakin sempit untuk calon kehidupan baru. Hingga waktu yang ditentukan bagi calon kehidupan baru pun tiba. Penuh perjuangan dan pertaruhan nyawa sang Bunda berjuang mengeluarkan kehidupan kecil dari rahimnya. Sang kehidupan kecil pun keluar dari kegelapan dan kenyamanan rahim sang Bunda. Menangis menatap dunia yang keras dan penuh perjuangan yang akan dihadapinya kelak. Sebuah adzan terlantun pada telingan mungil sang bayi, disambut lantunan doa dan beribu harapan. Ayah dan Bunda menatap lekat sang kehidupan kecil yang baru saja dititipkan untuk mereka. Bukan berfikir tentang kebutuhan ekonomi yang otomatis akan bertambah, tapi berfikir bahwa inilah anugerah terindah yang diterima dan bersedia mengorbankan apa pun bagi penduduk baru ini.
Tiap menit sang bayi tak pernah kehilangan cinta. Cinta dari Rabb penciptanya dan orang-orang disekitarnya. Udara yang dihirupnya sepanjang ia bisa bernafas, makanan dan minuman berkecukupan yang membuatnya tumbuh dan berkembang. Menjadi cerdas hingga mampu hidup sendiri. Dewasa dengan semua kelebihan yang dianugerahkan padanya. Kedewasaan yang kemudian mengulang kehidupan ayah-bundanya. Dan kemudian semua siklus kehidupan berulang. Kehidupan baru muncul dan menggantikan kehidupan lama yang dipanggil sang Pemilik Jiwa.
Ilahi Rabbi,,Pemilik langit dan bumi..cintaMu tiada terputus sepanjang hidup manusia. Aku termenung lama. Andainya tanpa cintaMu adakah aku di dunia ini dengan segala yang kumiliki saat ini? Sungguh karena limpahan cintaMu aku bisa merasakan nikmat dienMu, merasakan nikmat untuk mengenalMu lebih dekat sang Pemilik jiwaku, merasakan nikmat mengenal Rasulullah hingga nikmat untuk mengenal diriku.
Tapi sejauh ini, apa yang telah aku lakukan untukMu Rabb??Belum separuh nikmat pun ku balas. Tak jarang aku justru tak sadar akan kebesaran cintaMu, menampikkan semua nikmatMu.Yaa Allah,,Rabb yang menggenggam jiwaku..jangan biarkan hamba menjadi manusia yang tak bisa bersyukur, tak pandai memaknai setiap nikmatMu. Jangan biarkan aku terlena dalam cintaMu tanpa mampu mensyukurinya.
Tak pantas rasanya manusia sepertiku mendapat nikmat yang begitu banyak dariMu, tak terhitung dalam jangkauanku.. tapi Rabb, tak pernah sedikitpun Kau cabut cintaMu dari ku. Tak pernah sedetik pun Kau tinggalkan aku tanpa cintaMu..
Ya Allah sang kuasa atas segalanya..jiwa dan raga ini adalah milikMu dan ku yakin akan kembali padaMu. Yang berhak memberi cinta dan mengambil kembali cinta. Namun cintaMu tak pernah habis bagi hambaMu,,tak pernah berhenti dan mengambil kembali cintaMu sekalipun hambaMu tak pantas dicintai..
Sujud syukurku atas cinta yang tak pernah habis dariMu..
your ip is 38.107.191.102 with CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)
omicron9194 send all submissions to omicron9194@yahoo.com
Copyright © 2010 omicron9194 | |
|