Thursday 09 September 2010
[ home ] [ contents ] [ contact ] [ about ] [ friends ] [ links ] [ tools ] [ guestbook ]
                __                           ________  ____ ________  _____  
  ____   _____ |__| ___________  ____   ____/   __   \/_   /   __   \/  |  | 
 /  _ \ /     \|  |/ ___\_  __ \/  _ \ /    \____    / |   \____    /   |  |_
(  <_> )  Y Y  \  \  \___|  | \(  <_> )   |  \ /    /  |   |  /    /    ^   /
 \____/|__|_|  /__|\___  >__|   \____/|___|  //____/   |___| /____/\____   | 
             \/        \/                  \/                           |__| 


[ idul-adha ]

By omicron9194
[at] 2008-12-08


Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar...walillahilhamd....

Pagi yang sangat cerah....Subhanallah....dari matahari terbenam kemaren,nama-Mu selalu di sebut oleh umat di seluruh dunia... Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar...walillahilhamd....

Teringat ME biasanya shalat Id bareng keluarga,tapi untuk sekarang,ME shalat bareng temen-temen di kost'n,jadi kangen nie sama keluarga....

Pagi ini seluruh umat Islam di dunia merayakan Idul Adha atau biasa di sebut Hari Raya Qurban.Mengingatkan kita dengan cerita Nabi Ibrahim A.S dan Putranya Nabi Ismail A.S.Peristiwa agung 4000 tahun yang lalu itu di abadikan oleh Allah SWT dalam AlQuran agar menjadi teladan bagi manusia di sepanjang masa.Allah SWT berfirman :

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS. al-Shaffat [37]: 102).

Pengorbanan yang luar biasa itu pun membuahkan hasil. Tatkala ketaatan mereka telah terbukti, perintah penyembelihan itu pun dibatalkan. Sebagai gantinya, Allah Swt menebusnya dengan sembelihan hewan. Karena mereka telah lulus dari al-balâ’ al-mubîn (ujian yang nyata), mereka pun mendapatkan balasan yang besar. Allah Swt berfirman:

"Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar"
(QS. Shaffat [37]: 103-107).

Ketundukan, pengorbanan, dan keberhasilan mereka, seharusnya menjadi teladan bagi kita. Sebagaimana Nabi Ibrahim as, kita pun menerima berbagai kewajiban yang harus dikerjakan. Bagi kita, kewajiban itu juga al-balâ’ al-mubîn (ujian yang nyata). Siapa pun yang bersedia tunduk dan patuh menjalankan kewajiban itu, maka mereka adalah orang-orang yang selamat dan sukses. Sebaliknya, mereka yang membangkang darinya adalah orang-orang yang gagal dan celaka.

Di antara kewajiban itu adalah menerapkan syariah-Nya dalam kehidupan. Allah Swt berfirman:

"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu"
(QS. Al-Maidah [5]: 49).

Ketundukan kepada Allah Swt dan ketaatan menjalankan perintah-Nya memang membutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga, harta, bahkan jiwa. Akan tetapi kita tidak perlu khawatir. Pengorbanan itu pasti akan membuahkan hasil. Allah Swt akan memberikan pertolongan-Nya jika kita bersungguh-sungguh menolong agama-Nya. Allah Swt berfirman:

"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu"
(QS. Muhammad [47]: 7).

Jika demikian janji-Nya, maka tak pantas lagi kita merasa ragu atau takut. Sebab, pertolongan sesunguhnya hanya di tangan Allah Swt. Tidak akan datang kecuali dari-Nya (QS Ali ‘Imran [3]: 126, al-Mulk [67]: 20, al-Kahfi [18]: 43). Maka siapa saja yang ditolong Allah Swt, tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkannya. Sebaliknya, jika Allah Swt menghinakannya, tidak ada seorang pun yang dapat menolongnya. Allah Swt berfirman:

"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal"
(QS. Ali ‘Imran [3]: 160).


















your ip is 38.107.191.103
with CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)

omicron9194
send all submissions to omicron9194@yahoo.com
Copyright © 2010 omicron9194