Thursday 09 September 2010
[ home ] [ contents ] [ contact ] [ about ] [ friends ] [ links ] [ tools ] [ guestbook ]
                __                           ________  ____ ________  _____  
  ____   _____ |__| ___________  ____   ____/   __   \/_   /   __   \/  |  | 
 /  _ \ /     \|  |/ ___\_  __ \/  _ \ /    \____    / |   \____    /   |  |_
(  <_> )  Y Y  \  \  \___|  | \(  <_> )   |  \ /    /  |   |  /    /    ^   /
 \____/|__|_|  /__|\___  >__|   \____/|___|  //____/   |___| /____/\____   | 
             \/        \/                  \/                           |__| 


[ pahala-takut-Allah ]

By neemo+omicron9194
[at] 2009-02-20


Seorang ulama terkemuka, Imam Sahl bin Abdullah Al-Tastari menuturkan kisah dirinya, “ketika berumur tiga tahun, aku ikut pamanku yaitu Muhammad bin Sanwar untuk melakukan qiyamulail. Aku melihat cara shalat pamanku dan aku menirukan gerakannya.

Suatu hari, paman berkata kepadaku, ”Apakah kau mengingat Allah, yang menciptakanmu?”

Aku menukas, “bagaimana caranya aku mengingatya?”

Beliau menjawab, “Anakku, jika kau berganti pakaian dan ketika hendak tidur, katakanlah tiga kali dalam hatimu, tanpa menggerakkan lisanmu, Allahu ma’i..Allahu naadhiri..Allahu syaahidi..(artinya: Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku).

Aku menghafalkan kalimat itu, lalu mengucapkannya bermalam-malam. Kemudian aku menceritakannya pada paman.

Pamanku berkata, “mulai sekarang, ucapkan itu sepuluh kali setiap malam.”

Aku melakukannya, aku resapi maknanya, dan aku merasakan kenikmatan dalam hatiku. Pikiran terasa terang. Aku merasa senantiasa bersama Allah SWT.

Satu tahun setelah itu, paman berkata, jagalah apa yang aku ajarkan kepadamu, dan pertahankanlah sampai kau masuk kubur. Kalimat itu akan bermanfaat bagimu di dunia dan di akhirat.

Lalu, paman berkata, “Hai Sahl, orang yang merasa selalu disertai Allah, dilihat Allah, dan disakskan Allah, akankah dia melakukan maksiat?”

Kalimat Allahu ma’I, Allahu naadhiri, Allahu syaahidi sangat terkenal di kalangan ulama arifbillah. Bahkan Syekh Al-Azhar, Imam Abdul Halim Mahmud, yang dikenal sebagai ulama yang arif menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menancapkan kalimat ini di dalam hati. Maknanya yang dahsyat, jika dihayati dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan rasa ma’iyatullah (selalu merasa disertai, dilihat, dan disaksikan Allah SWT dimana dan kapan saja).

Pada akhirnya, rasa ini akan menumbuhkan taqwa yang tinggi kepada Allah SWT. Kalau sudah begitu, apakah orang yang merasa selalu dilihat, disertai dan disaksikan Allah akan melakukan maksiat?

So…tunggu apalagi??Yuk motivasi diri kita untuk jadi hambaNya yang senantiasa memperbaiki diri hingga menjadi muslim seperti apa yang diinginkanNya..

Amin....
















your ip is 38.107.191.100
with CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)

omicron9194
send all submissions to omicron9194@yahoo.com
Copyright © 2010 omicron9194