__ ________ ____ ________ _____
____ _____ |__| ___________ ____ ____/ __ \/_ / __ \/ | |
/ _ \ / \| |/ ___\_ __ \/ _ \ / \____ / | \____ / | |_
( <_> ) Y Y \ \ \___| | \( <_> ) | \ / / | | / / ^ /
\____/|__|_| /__|\___ >__| \____/|___| //____/ |___| /____/\____ |
\/ \/ \/ |__|
|
[ renungan-utk-sahabat ]
By neemo+omicron9194 [at] 2009-02-14
Pada suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjadi imam shalat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan beliau antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam itu langsung bertanya setelah selesai shalat : "Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"
Rasulullah menjawab: "Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar"
"Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit..." ,desak Umar penuh cemas.
Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.
"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?"
Lalu baginda menjawab dengan lembut,”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak."
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah ingin mendapatkan belas kasihan sekalipun dari para sahabat. Bukan karena tak percaya akan kesetiaan dan pengorbanan yang sudah tentu akan dilakukan para sahabat, melainkan sikap mandiri yang tak mau menyusahkan orang lain. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menolak sama sekali rasa ketuanan. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan. Sebagai sosok pemimpin beliau selalu mencontohkan ketegaran dan kekuatan yang sangat luar biasa.
Subhanallah..begitu besar pengorbanan yang beliau berikan pada umatnya. Malu ya rasanya jika saat ini kita yang diberikan banyak nikmat oleh Allah-bahkan tanpa kekurangan suatu apapun (insya Allah)-justru tidak bisa melakukan lebih banyak dari apa yang telah dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Melakukan untuk dirinya pun belum mampu apalagi untuk orang lain?? Terlebih untuk agama Allah..begitu kecilnya kita sebagai manusia, sebagai umat Rasulullah.
Renungkanlah sahabat,,renungkan ini untuk dirimu, untuk orang lain, dan untuk agama Allah..
your ip is 38.107.191.102 with CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)
omicron9194 send all submissions to omicron9194@yahoo.com
Copyright © 2010 omicron9194 | |
|